Sabun Herbal – Sabun Lulur Zein

Ragam Cara Instan Permak Wajah

Ragam Cara Instan Permak Wajah

 

150534_suntik-botox_663_382

Kini metode kecantikan instan tanpa operasi kian menjamur.

Cantik sempurna dengan kulit kencang dan mulus, selalu menjadi dambaan banyak wanita. Apalagi saat ini, tren foto selfie semakin populer.

Mereka yang tampil selfie, seringkali memamerkan fotonya di akun media sosial. Tentu saja, foto yang dipajang terlihat cantik. Ya, trenselfie membuat orang termotivasi tampil cantik sempurna.

Obsesi tampil cantik dan tampan di foto selfie, bukan hanya membuat banyak orang berlomba mengedit fotonya secara berlebihan. Di Amerika, tren selfie ini ditenggarai ikut memicu kenaikan permintaan operasi plastik.

Dilansir Daily Mail, The American Academy of Facial Plastic and Reconstructive Surgery (AAFPRS) mengungkapkan, sepertiga dari 2.700 dokter anggotanya melihat peningkatan permintaan operasi plastik sejak tiga tahun lalu. Hal ini, tentu saja karena banyak orang ingin tampak sempurna saat melakukan selfie dan saat foto diunggah ke media sosial.

“Platform sosial seperti Instagram, Snapchat, dan lainnya yang semata-mata hanya berbasis gambar, secara tak langsung menjadi sebuah mikroskop bagi wajah Anda sendiri. Akibatnya, mata dan pikiran Anda jadi lebih kritis terhadap penampilan diri sendiri dibandingkan sebelumnya. Tak dipungkiri, foto-foto diri ini menjadi kesan pertama untuk menjalin pertemanan, percintaan, dan karier. Maka banyak pasien yang ingin mendapatkan bentuk wajah terbaik mereka,” kata Dr Edward Farrior, presiden AAFPRS.

Dr Farrior menambahkan, operasi plastik terpopuler yang terinspirasi dari selfie adalah operasi hidung.

Para ahli bedah plastik di Amerika, mengatakan, ada peningkatan 10 persen dalam prosedur operasi hidung dan tujuh persen untuk prosedur transplantasi rambut. Selain itu, prosedur operasi kelopak mata juga meningkat enam persen.

Sekitar 58 persen ahli bedah plastik melihat bahwa operasi plastik yang terinspirasi dariselfie ini sangat diminati oleh orang-orang yang berusia di bawah 30-an.

Namun, tak hanya itu, saat ini, metode kecantikan tanpa operasi plastik pun ikut berkembang. Bahkan, di Indonesia, yang menjadi tren justru menjalani treatmen kecantikan tanpa operasi plastik.

Buat mereka yang takut melakukan operasi di atas meja bedah, kini, semakin banyak metode kecantikan yang menawarkan treatment instan mempercantik penampilan.

Mulai dari tanam benang, facelift, dan botoks, sulam alis dan bibir hingga mempercantik bentuk bibir vagina.
Tanam benang

Saat ini, banyak wanita yang ingin terlihat sempurna pada penampilannya, sehingga membuatnya melakukan berbagai metode kecantikan. Untuk cantikĀ  instan, tidak jarang mereka melakukan operasi plastik yang tentunya membutuhkan dana tidak sedikit.

Namun, belakangan ini ada salah satu metode kecantikan yang banyak diminati di Indonesia tanpa berujung di meja operasi. Metode kecantikan tersebut adalah tanam benang.

Metode tanam benang dipercaya efektif mengatasi kerutan dan mengencangkan kulit. Umumnya, treatment ini dilakukan pada wajah dan pipi. Tetapi, perlu diketahui, tanam benang bukanlah cara meniruskan wajah melainkan merangsang pembentukan kolagen.

Umumnya, metode ini dilakukan pada usia 40 tahun ke atas, di mana kulit sudah mulai mengendur. Dengan melakukan tanam benang, kulit kendurnya dapat tertarik dan kencang kembali. Ini bisa terjadi, karena benang yang dimasukkan memiliki manfaat untuk merangsang kolagen baru.

“Biasanya, wanita yang melakukan tanam benang berusia 40 tahun ke atas. Sebab, pada saat itu produksi kolagennya sudah berkurang. Namun, di bawah umur 40 tahun juga banyak melakukan metode ini. Tetapi, saya biasanya akan memberi pemahaman terlebih dahulu kepada mereka,” ujar pakar kecantikan, dr Mimin Sulistyowati, saat berbincang dengan VIVA.co.id.

Yang perlu diperhatikan, bila Anda wanita berusia muda dan ingin melakukan metode ini, haruslah berhati-hati. Sebab, pada beberapa kasus, penampilan pipi tirus yang diidamkan malah membuat wajah dan pipi semakin membesar.

Hal tersebut sangatlah wajar, karena di bawah kulit pada usia muda terdapat kelenjar, lemak, dan otot yang masih baik, sehingga tidak perlu dirangsang lagi oleh kolagen. Namun, banyak pertanyaan yang terlontar tentang keamanan treatment ini dan bagaimana dampaknya.

Mimin pun mengungkapkan, dampak negatif tanam benang sangat sedikit. Itu artinya sangat kecil kemungkinan seseorang mengalami masalah setelah melakukan metode tersebut.

Namun, ada beberapa efek samping yang ditinggalkan, seperti sedikit lebam dan nyeri di area sekitar proses tanam benang. Namun, efek tersebut tidak berlangsung lama hanya terjadi beberapa hari saja setelah proses penanaman.

“Efek samping tanam benang untuk jangka panjang sangat kecil jika Anda melakukannya di tempat yang tepat. Selain itu, efek samping lainnya pada tanam benang dapat berakibat buruk bila Anda tidak mengetahui dengan jelas kualitas benangnya,” ujar dr. Mimin Sulistyowati.

Metode yang berkembang lima tahun belakangan ini, diyakini akan menjadi tren untuk beberapa tahun kemudian. Untuk biaya sangat variatif sesuai kebutuhan pasien, dimulai dari Rp5 juta.

Untuk di Indonesia, sendiri, banyak banyak pasien yang datang melakukan tanam benang di bagian pipi, dahi dan hidung. Namun, untuk yang ingin melakukan metode ini haruslah yang memiliki kondisi fisik yang prima.

Mimin menambahkan, terdapat dua tipe untuk tanam benang, yaitu tanam benang Korea dan USA. Kedua tipe tersebut, memiliki fungsi yang sama, namun untuk pasien yang berbeda.

Bila tanam benang Korea, lebih tepat untuk usia 30 tahunan ke atas. Sedangkan benang USA disarankan untuk wanita yang sudah 40 tahun ke atas. Untuk jenis benang yang akan dipakai tentunya memiliki perbedaan harga.

Seperti benang bergerigi atau benang berpengait, dibanderol dengan harga lebih mahal dibandingkan jenis benang yang polos. Namun, kelebihannya, jenis benang bergerigi atau pun berpengait lebih optimal mengencangkan kulit, dibandingkan dengan benang polos.

“Umumnya benang bergerigi sangat cocok digunakan untuk kulit yang sangat kendur dan biasanya dibutuhkan hanya delapan sampai sembilan benang bergerigi, sedangkan benang polos dibutuhkan dua puluh sampai tiga puluh benang untuk wajah yang tidak terlalu kendur namun ingin kencang,” ujar dr. Mimin.

Perlu diketahui, sifat benang bisa diserap oleh tubuh, karena benang yang digunakan adalah jenis Polydixanone, yaitu benang yang sering digunakan dalam operasi dan akan larut sendiri ke dalam kulit. Penyerapan benang dalam wajah terjadi selama enam hingga delapan bulan dan hasilnya bisa bertahan sampai dua tahun.

Mengingat sifat treatment ini tidak permanen, maka Anda dapat kembali untuk melakukan metode serupa setelah setahun atau dua tahun kemudian. Terlepas dari itu semua, bila Anda ingin melakukan tanam benang pastikan untuk konsultasi dengan dokter yang tepat.

Dan, perlu diketahui, untuk mereka penderita Diebetes Melitus, memiliki infeksi di bagian wajah atau kulit dan juga ibu hamil, tak dianjurkan menjalani metode kecantikan ini karena sangat berbahaya.

Dan, biasanya, sebelum melakukan treatment kecantikan ini, selain konsultasi, pasien juga akan difoto sebelum dan sesudah tindakan, wajah dibersihkan lalu diberikan krim anastesi.

sumber : VIVA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *